Jumat, 03 Juli 2009

Orang Tuamu

Orang tua punya kelebihan berupa pengalaman. Mereka sudah melewati liku-liku perubahan fisik dan emosi pada masa remaja. Idealnya merekalah yg semestinya paling mampu kamu melalui liku-liku itu. Namun, kadang-kadang, orang tua tampaknya menjadi bagian dari problem – bukan solusinya. Misalnya, kamu mungkin menghadapi salah satu kesulitan berikut ini :


  • orang tua ku terus saja mengomeli aku

  • ayah atau ibuku pecandu narkoba atau alkohol

  • orang tuaku selalu saja bertengkar

  • orang tua ku sudah berpisah


Bagaimana aku bisa menghadapi omelan ?


Apakah sepertinya semua yang kamu lakukan tidak ada yg beres di mata orang tua mu? Apakah kamu merasa bahwa setiap gerak-gerikmu selalu dilihat dengan mikroskop – selalu diawasi dan di kritik tetapi tidak pernah lolos uji?


Mana yg paling sering kamu dengar?


  • kamarmu selalu berantakan

  • kamu terlalu banyak menonton TV.

  • Kamu tidur kemalaman

  • kamu selalu bangun kesiangan.


Memang, perintah dan omelan bisa menjengkelkan. Tetapi, coba pikirkan kebalikannya: seandainya kamu tidak pernah dinasihati atau didisiplin, tidakah kamu akan ragu apakah orang tuamu memedulikan kamu? (ibrani 12:8) Disiplin justru adalah bukti kasih orang tuamu. Alkitab mengatakan bahwa seorang Bapak akan menegur “putra yg padanya ia mendapatkan kesenangan” - Amsal 3:12.


Maka, kamu hendak nya bersyukur bahwa orang tuamu sangat peduli sehingga mau mendisiplinmu! Bagaimanapun juga, kamu masih muda dan relatif tidak berpengalaman. Cepat atau lambat, kamu perlu di koreksi. Tanpa bimbingan, kamu bisa dengan mudah di kendalikan “keinginan yang berkaitan dengan masa muda”. - 2 Timotius 2:22


Tapi Sakit Rasanya!

Tentu saja, “setiap disiplin pada saat diberikan tidak mendatangkan sukacita tetapi memedihkan hati”.(Ibrani 12:11) Hal ini khususnya demikian sewaktu kamu masih muda. Dan, ini tidak mengherankan! Kepribadian mu sedang dalam tahap-tahap perkembangan. Kamu masih bertumbuh menuju kedewasaan dan mencari jati dirimu. Jadi, kritik – sekalipun sudah dipikirkan masak2 dan disampaikan dengan ramah – bisa membuatmu kesal.


Reaksi ini bisa dimengerti , karena cara kamu memandang dirimu bisa dengan mudah dipengaruhi penilaian orang lain. Dan, pendapat orang tuamu khususnya sangat mempengaruhi harga dirimu. Jadi, ketika orang tuamu mengoreksi kamu atau mengeluh tentang cara kamu melakukan sesuatu kamu bisa amat kesal.


Haruskah kamu menyimpulkan bahwa apapun yg kamu lakukan tidak ada yg benar atau kamu gagal sama sekali hanya karena orang tuamu menunjukan berapa kelemahan mu?Tidak. Semua orang melakukan banyak kesalahan karena tidak sempurna.(pengkhotbah 7:20) Dan membuat kesalahan adalah bagian dari proses belajar.(ayub 6:24) Namun bagaimana jika orang tuamu sepertinya ngomel panjang lebar ketika kamu melakukan kesalahan tetapi tidak memuji ketika kamu melakukan yg benar? Itu bisa menyakitkan, tetapi tidak berarti kamu gagal total.


Mengapa mereka mengomel


Adakalanya orang tua mungkin kelihatannya terlalu kristis, bukan karena kamu melakukan kesalahan tertentu, melainkan karena suasana hatinya sedang buruk. Apakah pada hari itu ibumu banyak masalah? Apakah dia sedang berjuang melawan penyakit? Apakah dia sedang datang bulan?(klo yg ini jangan dia nggap serius heheh...) Maka, dia mungkin lebih gampang mencela kamu jika kamarmu tidak bersih dan rapi. Apakah ayahmu sedang frustasi karena masalah keuangan keluarga? Maka, ia mungkin berbicara tanpa di pikir “bagaikan dengan tikaman pedang”.(Amsal 12:18) Memang celaan yg tidak adil seperti itu menjengkelkan. Tetapi, ketimbang terus memikirkan ketidakadilan – yang hanya akan membuat mu makin kesal – cobalah abaikan kesalahan orang tuamu. Ingat, “kita semua seringkali tersandung. Jika seorang tidak tersandung dalam perkataan, ia adalah manusia sempurna”. - yakobus 3:2


Sebagai manusia yg tidak sempurna, orang tua juga bisa merasa kurang cakap. Malah, kegagalan mu bisa membuat mereka seolah-olah merekalah yg gagal. Sebagai contoh, seorang ibu mungkin mencela putri nya karena nilai rapor nya yg jelek. Tetapi, yg mungkin sebenarnya dipikirkan oleh sang ibu ialah, 'jangan-jangan saya bukan ibu yg baik karena tidak bisa membantu anak saya berhasil.'


Tetap Tenang Sewaktu di Omeli


apapun alasannya, pertanyaan nya adalah, bagaimana kamu bisa menghadapi omelan? Pertama-tama, berhati-hatilah agar tidak menimpali dengan marah. Amsal 17:27 mengatakan, “siapapun yg menahan perkataannya mempunyai pengetahuan, dan orang yang berdaya pengamatan mempunyai semangat yg tenang.” Bagaimana kamu bisa tetap memiliki “semangat yg tenang” sewaktu diomeli? Cobalah hal berikut:

Dengarkan. Daripada langsung membenarkan tindakan mu atau membela diri, coba tahan emosi mu dan dengarkan baik2 perkataan orang tuamu. Sang murid yakobus memberi tahu orang2 Kristen agar “cepat mendengar, lambat berbicara, lambat murka”.(yak.1:19)

Perhatikan. Kadang-kadang, kamu mungkin merasa bahwa orang tuamu tidak menyampaikan nasihat dengan ramah. Namun ketimbang terus memikirkan cara mereka berbicara kepadamu, perhatikan apa yg mereka katakan. Tanyai diri sendiri, 'Bagian mana dari omelan itu yg benar? Apakah aku pernah mendengar orang tuaku mengeluh soal ini sebelumnya? Apa ruginya kalau aku mengikuti kemauan mereka? Ingat, walaupun pada waktu itu kelihatan sangat keras, orang tuamu di motivasi oleh kasih. Jika mereka benar2 mencintai mu, mereka tidak akan membencimu, mereka tidak akan mendisiplin kamu sama sekali. - amsal 13:24

Ulangi. Jika kamu dengan penuh respek mengulangi nasihat orang tuamu dengan kata2 sendiri, kamu membuat mereka yakin bahwa kamu mendengarkan kata2 mereka. Misalnya, ibumu mungkin mengatakan, “kamarmu selalu berantakan. Kalau tidak kamu bereskan, kamu dihukum!” padahal, menurutmu, kamarmu sudah rapi. Tetapi, jika kamu mengatakan bahwa kamarmu sudah rapi, itu tidak ada gunanya. Coba lihat dari sudut pandang orang tuamu. Lebih baik kamu mengatakan, tanpa menyindir, seperti ini, “oh, iya,ya. Kamarku memang berantakan. Mama mau aku membereskannya sekarang atau nanti setelah makan?” jika kamu mengakui keprihatinan orang tuamu dengan cara itu, ketegangan kemungkinan besar akan mereda. Tentu saja, setelah itu kamu harus melakukan apa yg mereka minta. - efesus 6:1.

Tunggu. Jangan membela diri dulu sampai kamu mengikuti kemauan orang tua mu. ”orang yg menahan bibirnya bertindak bijaksana” kata alkitab.(amsal 10:19) Begitu orang tuamu melihat bahwa kamu benar2 mendengarkan mereka, mereka akan jauh lebih rela untuk mendengarkan kamu.


Mengapa Upayamu Tidak Sia-Sia


Apakah kamu rela bersusah-susah sedikit demi menemukan emas? Nah, Alkitab mengatakan bahwa hikmat jauh lebih bernilai daripada harta.(Amsal 3:13,14) bagaimana caranya agar kamu menjadi berhikmat? Amsal 19:20 mengatakan,”dengarkanlah nasihat dan terimalah disiplin, agar engkau menjadi berhikmat di masa depan mu.” Memang, nasihat dan disiplin bisa jadi tidak menyenangkan. Tetapi, jika kamu menemukan dan menerapkan butir2 hikmat dalam setiap kritik. Kamu akan memperoleh harta yg bernilai dari emas.

Selasa, 30 Juni 2009

Berpacaran???

sudah siapkah aku berpacaran?
hasrat untuk berduaan yg istimewa - yg juga menganggap mu istimewa - bisa kuat sekali, bahkan pada usia yg sangat muda.

bagaimana dengan kamu?
Apa berpacaran itu ?
jawab dalam hati?? 
1. kamu sering jalan bareng dengan seorang yg berlawan jenis. apakah kamu berpacaran?
2. kamu dan seorang lawan jenis saling tertarik. beberapa kali sehari, kamu mengirim sms atau mengobrol lewat telpon dengannya. apakah kamu berpacaran??
3. setiap kali kumpul dengan teman-teman, kamu selalu berpasangan dengan lawan jenis yg sama. apakah kamu berpacaran ? 

kemungkinan besar, kamu tidak kesulitan menjawab pertanyaan pertama. tetapi, kamu mungkin perlu berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan kedua dan ketiga. apa tepat nya berpacaran itu??
sebenarnya, berpacaran adalah kegiatan apapun antarteman yg didalamnya minat romantismu terfokus pada satu orang dan minat orang itu terfokus padamu. Karena itu, jawaban untuk ketiga pertanyaan diatas adalah Ya. Entah melalui telepon atau bertemu langsung, entah terang-terangan atau diam-diam, jika kamu dan teman lawan jenis saling memiliki perasaan romantis dan berkomunikasi secara rutin, itu namanya berpacaran. Apakah kamu sudah siap untuk itu?? 


SUDAH CUKUP UMURKAH KAMU ???
menurut mu berapa usia yg cocok bagis seorang anak muda untuk mulai berpacaran?....
Sekarang, ajukan pertanyaan yg sama kepada ayah dan ibumu ?
kemungkinan, usia yg kamu tulis lebih rendah usia yg disebut orang tuamu. atau, mungkin juga tidak! Kamu mungkin jadi seperti banyak anak muda lain nya yg bijaksana menunda berpacaran sampai merasa sudah cukup umur untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik. 

Ada alasan lain menunggu itu bijaksana. Alkitab menggunakan frasa "mekarnya masa remaja" untuk melukiskan periode manakala dorongan seksual dan perasaan romantis mulai menguat.(1Korintus 7:36) Terus bergaul akrab dengan satu orang yg berlawan jenis selagi kamu berada dalam periode ini bisa mengobarkan nafsumu mengarah ke perilaku yg salah. Memang, itu mungkin di anggap sepele oleh teman-teman mu. Banyak di antara dari mereka tidak sabar untuk bereksperimen dengan seks. Tetapi, kamu bisa menolak sikap seperti itu!(Roma 12:2) Bahkan, alkitab mendesak kamu untuk lari dari percabulan'. (1Korintus 6:18). Dengan menunggu sampai kamu melewati mekar nya masa remaja, kamu dapat menjauhkan malapetaka. - Pengkhotbah 11:10.

hubungan dengan orang lain.
Bagaimana kamu memperlakukan orang tua dan kakak-adik mu? apakah kamu sering kurang sabar terhadap mereka, barangkali menggunakan kata2 kasar atau kata2 pedas untuk mengungkapkan pendapat? Bagaimana pendapat mereka tentang kamu dalam soal ini? Cara kamu memperlakukan keluarga mu menunjukan bagaimana kamu akan memperlakukan suami atau istrimu. - Efesus 4:31

Sikap
apakah kamu orang yg positif atau pesimistis? Apakah kamu masuk akal, atau selalu berkeras melakukan hal-hal tertentu dengan cara mu? Bisakah kamu tetap tenang jika sedang tertekan ? Memupuk buah roh Allah sekarang akan membantu mempersiapkan diri menjadi suami atau istri di kemudian hari. - Galatia 5: 22,23

Keuangan
Seberapa bisakah kamu mengelola uang? Apakah kamu sering berhutang? Bisakah kamu mempertahankan pekerjaan? JIka tidak, mengapa? Apakah karena pekerjaan nya? atasanya? Atau apakah karena kamu punya kebiasaan atau sifat yg harus di perbaiki? Jika mengurus keuangan mu sendiri saja kesulitan, apakah kamu bisa mengurus keuangan keluarga? 1 Timotius 5:8

Kerohanian
Jika kamu seorang Kristen, Bagaimana Kegiatan rohanimu? Apakah kamu punya inisiatif untuk membaca firman allah, ikut dalam pelayanan, dan berpartisipasi di gereja? Orang yg kamu pacari pantas mendapatkan suami atau istri yg kuat rohaninya. - Pengkhotbah 4:9,10

Apa yg kamu bisa lakukan 
jika kamu merasa ditekan berpacaran padahal belum siap, halnya seperti kamu dipaksa ikut ujian akhir suatu mata pelajaran yg belum kamu pelajari. Jelas itu tidak adil! Kamu perlu waktu untuk mempelajari mata pelajaran itu agar terbiasa dengan jenis-jenis soal yg akan keluar di ujian...

Demikian pula dengan berpacaran. seperti yg telah kita lihat, berpacaran bukan lah soal sepele. Jadi, sebelum kamu siap untuk berfokus pada seseorang, kamu perlu waktu untuk mempelajari mata pelajaran yg sangat penting - cara menjalin persahabatan. dikemudian hari, sewaktu kamu bertemu orang yg tepat, kamu sudah lebih siap untuk menjalin hubungan yg kuat ...

ya kalau nanti nya kalian berpacaran dikit2 putus, sama saja kalian BELAJAR UNTUK BERCERAI, bukankah allah kita mnyiapkan adam hanya satu Istri??? 
untuk jawabannya kalian pikir sendiri ya....